Bandara Adisumarmo Miliki Terminal Baru - Kompas.com

Bandara Adisumarmo Miliki Terminal Baru

Kompas.com - 04/02/2009, 21:24 WIB

BOYOLALI, RABU — Bandar Udara Adisumarmo Surakarta akan mengoperasikan terminal baru yang lebih mencerminkan statusnya sebagai bandara internasional. Terminal baru ini terletak di sebelah utara terminal lama yang merupakan milik TNI AU. Terminal baru dibangun di atas lahan seluas 13.000 meter persegi. Kompleks terminal lama hanya seluas 4.000 meter persegi.

"Pembangunan fisik sudah mencapai 86 persen. Sisanya tinggal pembangunan garbarata atau akses penghubung dari terminal ke pesawat," kata Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Bambang Wahono di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (4/2).

Pembangunan terminal baru ini, menurut Manajer Keuangan, Komersial, dan Umum PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Herdiyanto, menelan biaya Rp 58 miliar.

"Terminal baru memiliki fasilitas parking stand sembilan pesawat narrow body seperti Boeing 737-200, 737-300, dan 737-400 atau tiga pesawat wide body dan tiga pesawat narrow body. Yang lama hanya bisa menampung empat pesawat narrow body," kata Bambang.

Operasional terminal baru rencananya akan dimulai 1 Maret mendatang dan diresmikan 7 Maret oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan adanya terminal baru yang lebih representatif, menurut Bambang, pihaknya berharap dapat mengundang maskapai penerbangan untuk membuka rute baru di Solo.

Saat ini, Solo hanya melayani rute Solo-Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia, Sriwijaya, dan Lion Air. Penerbangan internasional hanya melayani ke Singapura dengan Silk Air dan Malaysia dengan AirAsia.

Minimnya rute yang dilayani Bandara Adisumarmo dikeluhkan pelaku pariwisata di Surakarta. Calon wisatawan lebih memilih Yogyakarta karena melayani rute penerbangan lebih banyak. Seperti Kota Solo yang ingin mengembangkan diri sebagai kota MICE jadi terkendala. "Setidaknya untuk soal naik pesawat, tamu lebih memilih pergi ke Yogyakarta karena pilihan rute dan maskapainya lebih banyak," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta Soebandono.

Nantinya, terminal baru dapat dapat menampung total 600 orang dari sebelumnya hanya 200 orang. Terminal baru juga akan dilengkapi dengan lounge tenaga kerja Indonesia (TKI). "Kami berharap terminal baru ini diiringi dengan adanya bus rapid transit sehingga calon penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk mencapai bandara. Sebelumnya hanya bisa dengan taksi," kata Herdiyanto.

Setelah membangun terminal, PT Angkasa Pura I, menurut Bambang, akan membangun jalan akses khusus ke bandara sepanjang 529,8 meter. Jalan selebar 15 meter ini rencananya mulai dibangun 2009 dan selesai tahun 2010.

Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X